logo trikamedia white landscape

Apa Itu Feedback? Ini Jenis, Fungsi, & Tips Menyampaikannya!

Feedback

Feedback adalah salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan jika Anda menekuni dunia profesional. Sebab, dengan feedback, Anda bisa memacu diri sendiri maupun orang lain untuk terus memberikan yang terbaik.

Kalau belum tahu apa itu feedback, singkatnya feedback adalah informasi yang diberikan untuk menilai aktivitas seseorang. Nah, cara menyampaikan feedback juga tidak boleh sembarangan. Salah-salah kata, orang yang menerimanya justru akan merasa sakit hati.

Apabila ingin tahu lebih lanjut mengenai pengertian feedback, jenis-jenisnya, fungsi, serta cara memberikan feedback yang efektif, lanjutkan membaca artikel ini karena kami akan menjelaskan semuanya secara lebih lengkap. Simak sampai selesai ya!

Apa Itu Feedback?

Feedback adalah istilah yang umumnya digunakan untuk menyampaikan respons atau komentar terkait tindakan atau pekerjaan yang dilakukan seseorang. Istilah feedback dalam bahasa Indonesia sering diartikan sebagai ‘umpan balik’.

Mungkin Anda sudha sering menjumpai feedback dalam komunikasi sehari-hari baik di dunia kerja, hingga penilaian terhadap kinerja karyawannya, atau ketika karyawan memberikan masukan terkait keputusan yang dibuat oleh atasannya.

Anda mungkin juga pernah menjumpai bisnis baru yang meminta feedback dari pelanggan atas produk atau layanan mereka.

Pada dasarnya, feedback adalah hal yang sangat penting untuk mengembangkan suatu aspek agar dapat menjadi lebih baik lagi. Feedback juga bisa disampaikan secara lisan maupun tulisan, misalnya berupa tanggapan, saran, penilaian, maupun komentar di sosial media atau website.

Berbagai bentuk feedback ini juga dibagi menjadi beberapa jenis. Di bagian berikutnya, kami akan membahas jenis-jenis feedback yang umum disampaikan berdasarkan proses dan tujuan penyampaiannya.

Jenis-Jenis Feedback

Tujuan utama disampaikannya feedback adalah untuk memberikan informasi mengenai penilaian terhadap seseorang atau suatu layanan.

Namun, memberikan umpan balik yang efektif juga tidak mudah. Anda harus tahu dulu seperti apa jenis feedback yang akan berkontribusi pada keberhasilan Anda mencapai tujuan, atau justru selama ini Anda memberikan feedback yang tak berarti?

Nah, untuk lebih memahami proses penyampaian yang efektif, ada beberapa jenis feedback yang perlu Anda ketahui.

1. Zero Feedback

Zero feedback adalah jenis umpan balik yang disampaikan tanpa tujuan yang jelas. Feedback seperti ini diberikan tanpa ada penyebab dan bahkan tidak memberikan informasi yang jelas.

Contohnya ketika Anda sedang berbicara lalu tiba-tiba seseorang menertawakan Anda tanpa sebab yang lucu. Akibatnya, Anda tidak tahu apa maksud dari feedback yang Anda terima.

2. Netral Feedback

Netral feedback merupakan informasi umpan balik yang bersifat tidak memihak. Artinya, pemberi feedback tidak menunjukkan sikap setuju atau penolakan terhadap suatu kondisi.

Netral feedback ini sebenarnya dianggap buruk. Karena feedback ini tidak memberikan informasi secara jelas.

Contoh feedback ini misalnya Anda sebagai atasan yang harus memberikan feedback kepada anggota Anda. Namun, ketika Anda memberikan feedback, Anda tidak menunjukkan secara jelas apakah Anda puas atau tidak puas dengan kinerja anggota Anda.

Akibatnya, anggota Anda tidak memahami dengan baik informasi yang Anda sampaikan. Dan yang terburuk, anggota Anda tidak tahu harus melakukan apa.

3. Negative Feedback

Negative feedback adalah salah satu jenis feedback yang bersifat keluhan atau kekecewaan. Feedback ini biasanya diberikan setelah mendapatkan pengalaman yang buruk. Entah itu dalam pengalaman kerja atau pengalaman menggunakan suatu produk atau layanan.

Contohnya, Anda mungkin pernah memesan makanan menggunakan aplikasi. Namun yang terjadi, makanan Anda datang telat.

Dampaknya, Anda akan merasakan pengalaman yang buruk. Dengan begitu, Anda memberikan negative feedback sebagai bentuk kekecewaan Anda.

4. Positive Feedback

Positive feedback adalah umpan balik yang bersifat pujian atau apresiasi. Biasanya, jenis feedback ini diberikan kepada sesorang atas pencapaian atau keberhasilannya.

Sesuai namanya, positive feedback disampaikan untuk mengapresiasi. Tujuannya, agar penerima feedback dapat secara konsisten memberikan kinerja yang terbaik.

Contoh feedback ini dapat bermacam-macam. Salah satunya, misalnya Anda selalu menjadi karyawan yang tidak pernah telat untuk datang rapat. Dengan begitu, teman kerja atau atasan Anda dapat memberikan positive feedback kepada Anda.

5. Constructive Feedback

Constructive feedback adalah umpan balik yang disampaikan dengan tujuan membangun. Biasanya jenis feedback ini disampaikan ketika ingin mendorong seseorang memperbaiki kekurangannya.

Contohnya, seorang atasan yang mendapati kinerja anggotanya menurun. Untuk membantu memperbaikinya, atasan dapat memberikan penilaiannya sekaligus memberikan saran perbaikan. Nah, penilaian inilah yang disebut dengan constructive feedback.

6. Destructive Feedback

Destructive feedback adalah jenis umpan balik yang sebaiknya tidak Anda sampaikan. Sesuai namanya, jenis feedback ini memiliki dampak yang dapat merusak jika disampaikan.

Destructive feedback biasanya berisi informasi dan cara penyampaian yang negatif. Dapat berupa kesalahan atau kekurangan seseorang. Biasanya disampaikan dalam kondisi marah atau terlalu emosional.

Salah satu akibat dari destructive feedback adalah, informasi yang disampaikan akan diterima secara buruk oleh penerima feedback. Bahkan, dapat memberikan dampak yang buruk bagi penerima, seperti kehilangan kepercayaan diri.

7. Internal Feedback

Internal feedback adalah jenis umpan balik yang datang dari dalam diri sendiri. Feedback jenis ini dapat terjadi karena adanya kesadaran terhadap diri kita sendiri.

Misalnya, Anda mungkin pernah berada dalam kondisi sedang berbicara, lalu tiba-tiba merasa bahwa apa yang Anda sampaikan itu salah. Dengan seketika, Anda lalu meminta maaf dan memperbaiki ucapan Anda.

8. External Feedback

External feedback adalah lawan dari internal feedback. External feedback merupakan jenis umpan balik yang datangnya dari orang lain terhadap Anda.

External feedback biasa berisi informasi berupa tanggapan, penilaian, atau respon terhadap tindakan atau kinerja Anda.

Informasi external feedback dapat disampaikan secara langsung maupun tidak langsung.

Contoh feedback external yang diterima secara langsung yaitu, ketika suatu perusahaan meminta pelanggan memberikan penilaian terhadap produknya. Biasanya ini dilakukan untuk, menganalisa kekuatan atau kelemahan produk. Selain itu, bisa juga dijadikan sebagai cara untuk meningkatkan engagement dengan pengguna.

Sedangkan contoh feedback external secara tidak langsung yaitu, ketika pelanggan memberikan pengalamannya menggunakan produk tanpa diminta sama sekali. Biasanya jenis feedback ini dapat ditemukan pada kolom komentar sosial media atau melalui website perusahaan.

Fungsi Feedback

Fungsi feedback adalah untuk memberikan informasi kepada seseorang mengenai kekuatan atau kelemahannya. Tujuannya, agar sesorang dapat memperbaiki kekurangan atau meningkatkan kelebihannya.

Untuk memahami fungsi feedback, berikut penjelasan selengkapnya :

1. Meningkatkan Kelebihan

Fungsi feedback yang pertama adalah untuk mempertahankan atau meningkatkan kelebihan. Biasanya, ini dilakukan ketika pelanggan merasa puas menggunakan suatu produk atau layanan.

Feedback seperti ini umumnya berupa pujian atau kepuasan pengguna terhadap produk atau layanan yang mereka gunakan. Biasanya, feedback seperti ini dibutuhkan oleh suatu bisnis.

Tujuannya adalah memastikan apakah minimum variable product sudah dapat menjawab kebutuhan pelanggan. Dengan begitu, bisnis dapat meningkatkan kualitas produknya berdasarkan feedback dari pengguna.

2. Memperbaiki Kekurangan

Berikutnya, fungsi feedback adalah untuk mendorong seseorang melakukan perubahan. Biasanya, feedback ini disampaikan dengan tujuan agar seseorang bisa memperbaiki kekurangannya.

Contoh feedback ini misalnya, seorang atasan yang mendapati kinerja anggotanya menurun. Nah, pada kondisi seperti ini, atasan biasanya akan memberikan feedback berupa saran perbaikan. Dengan begitu, anggotanya dapat memahami kekurangannya dan terdorong untuk memperbaikinya.

3. Memperkuat Hubungan

Dalam komunikasi, feedback berperan penting untuk menjaga dan memperkuat suatu hubungan. Baik itu antar individu, kelompok, dan bahkan suatu bisnis.

Contohnya, jika Anda mengembangkan produk bisnis Anda. Maka, feedback dari pelanggan adalah hal yang sangat Anda butuhkan. Karena dengan menerima feedback dari pelanggan, Anda dapat membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan Anda.

Nah, jika Anda sering meminta feedback dari pelanggan, maka itu menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap kebutuhan dan keputusan pelanggan. Maka dapat dikatakan, bahwa tindakan ini adalah modal untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan.

Apalagi, jika Anda terus menyajikan produk sesuai feedback yang diberikan pelanggan. Maka pelanggan akan semakin percaya dengan Anda. Dengan begitu, Hubungan Anda dan pelanggan juga akan semakin kuat.

4. Membangun Prospek

Feedback juga berfungsi untuk membangun prospek. Tujuannya, agar dapat menjangkau calon pelanggan yang ideal.

Contohnya, jika calon pelanggan berkunjung ke website Anda untuk mencari produk atau layanan. Tapi, calon pelanggan ini tidak menemukan jenis produk atau layanan yang sesuai kebutuhan mereka.

Nah, dalam kondisi seperti ini Anda dapat meminta feedback pada calon pelanggan yang sedang berada pada website Anda. Lalu, calon pelanggan dapat memberikan masukan dan data yang Anda butuhkan.

Dengan begitu, feedback dan data ini dapat Anda gunakan untuk memahami calon pelanggan Anda. Hasil terbaiknya, Anda dapat mengubah calon pelanggan ini menjadi pelanggan tetap bisnis Anda.

Tips Cara Menyampaikan Feedback yang Efektif

Menyampaikan feedback tidak semudah menyampaikan informasi kepada seseorang. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar feedback Anda dapat tersampaikan dengan baik. Mulai dari informasi yang disampaikan, hingga cara penyampaian informasi.

Untuk lebih jelasnya, berikut tips cara menyampaikan feedback yang bisa Anda terapkan :

1. Sampaikan feedback secara spesifik

Feedback adalah informasi yang penting untuk disampaikan. Oleh karena itu, Anda perlu menyampaikannya secara spesifik.

Tujuannya adalah agar penerima feedback dapat dengan mudah dimengerti maksud Anda. Dengan begitu, maka penerima feedback dapat melakukan hal yang sesuai dengan feedback yang Anda sampaikan.

Nah, cara agar feedback yang Anda sampaikan dapat lebih spesifik, maka Anda perlu untuk memahami kembali inti dan tujuan dari feeback Anda.

2. Sampaikan secara objektif

Dalam memberikan feedback, Anda perlu menyampaikannya secara objektif. Karena penilaian yang Anda berikan sebaiknya didukung oleh beberapa sudut pandang dan memiliki landasan yang jelas.

Contohnya, pada suatu kondisi, Anda mendapati karyawan yang sering telat ke kantor. Baik itu melalui laporan dari karyawan lainnya ataupun secara langsung. Akibatnya, Anda merasa kecewa dengan tindakannya. Bahkan, pada kondisi seperti ini, Anda mungkin saja dapat dipengaruhi oleh suatu pandangan atau pendapat orang lain.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya tidak terburu-buru menyampaikan feedback. Yang perlu Anda lakukan adalah mengambil penilaian dari beberapa sudut pandang. Misalnya, mencari tahu penyebab karyawan Anda sering terlambat.

Dengan begitu, Anda akan punya penilaian yang objektif dan feedback yang diberikan pun lebih sesuai.

3. Lakukan secara tertutup

Pada dasarnya, menyampaikan feedback dapat dilakukan dalam kondisi apa saja. Namun, ada kalanya Anda perlu menyampaikan feedback secara tertutup. Utamanya jika feedback yang disampaikan berupa negative feedback.

Caranya cukup beragam. Misalnya, seorang atasan bisa mengajak anggotanya untuk melakukan pertemuan 1 on 1. Dengan begitu, atasan dapat memberikan feedback tanpa membuat anggotanya merasa dipermalukan.

4. Berikan feedback yang membangun

Memberikan positive feedback ataupun negative feedback kepada seseorang adalah hal yang wajar. Hanya saja, kita perlu tahu dampak atas feedback yang kita berikan.

Oleh karena itu, feedback yang Anda berikan sebaiknya yang bersifat membangun. Caranya pastikan feedback dapat dengan mudah memahami kekurangannya, sehingga bisa terdorong untuk melakukan perubahan.

Sebaliknya, jika Anda memberikan feedback negatif secara berlebihan kepada seseorang, maka bisa saja mereka akan merasa jatuh dan kecewa terhadap diri mereka sendiri. Akibatnya, perubahan lebih baik yang Anda harapkan malah akan menjadi semakin buruk.

5. Fokus pada permasalahan

Jika tujuan Anda memberikan feedback adalah untuk mendorong perubahan, maka hal yang sebaiknya Anda lakukan adalah fokus pada permasalahan yang ingin diperbaiki.

Contohnya, jika Anda mendekati kinerja anggota Anda menurun, maka Anda sebaiknya tidak langsung menyampaikan feedback negatif. Hal yang perlu Anda lakukan adalah berfokus pada permasalahan.

Caranya, Anda dapat menyampaikan feedback dengan menguraikan permasalahannya. Misalnya, feedback yang Anda sampaikan dapat berupa data mengenai kinerja anggota Anda. Hasilnya, baik Anda maupun anggota Anda, akan memiliki pemahaman yang jelas terhadap suatu permasalahan.

Sudah Siap Memberikan Positive Feedback?

Sekarang, setelah mengetahui apa itu feedback, berarti Anda sudah tahu bahwa memberikan feedback adalah hal yang penting dalam komunikasi sehari-hari kita.

Feedback dapat berfungsi sebagai alat apresiasi dan promosi, maupun kritik. Dengan feedback, Anda dapat menerima atau memberikan penilaian baik atau buruk atas suatu pengalaman.

Jadi, kalau memiliki bisnis, Anda dapat menggunakan website, media sosial, atau google maps untuk menampilkan feedback dari pelanggan. Salah satu tujuannya, agar pelanggan lebih percaya pada produk atau layanan Anda.