logo trikamedia white landscape

Apa Itu Reseller? Contoh, Cara Kerja, dan Tips Menjadi Reseller

Reseller

Reseller adalah salah satu bisnis online yang fleksibel dan minim modal.

Membedah istilahnya, reseller berasal dari bahasa Inggris. ‘Re” artinya kembali, sedangkan “sell” adalah menjual. Berarti, reseller adalah orang yang menjual kembali produk dari supplier.

Lalu, bagaimana cara kerja reseller, keuntungan, hingga tips menjadi reseller? Silakan simak artikel ini agar Anda makin memahami segala hal tentang pengertian reseller dan bahkan bisa menjalani profesi ini!

Apa Itu Reseller dan Contohnya?

Apa itu reseller? Reseller adalah orang yang membeli produk ataupun menyetok barang dari supplier, lalu menjual kembali produk tersebut untuk memperoleh keuntungan.

Contoh reseller misalnya saat Anda membeli barang tertentu, seperti tas merek X, makanan ringan, baju dan sebagainya. Kemudian Anda menjual produk tersebut dengan harga yang lebih tinggi.

Reseller

Lalu, apa bedanya reseller dengan dropship? Hasil penjualan reseller biasanya lebih besar daripada dropship. Karena, biasanya reseller bebas menentukan harga jual. Tidak seperti dropship yang lebih terbatas dan persaingannya agak tinggi.

Cara Kerja Reseller Itu Seperti Apa?

Cara kerja reseller yaitu menjual produk yang telah dibeli dari supplier. Jadi, pastikan Anda memilih produk yang berkualitas untuk mendapatkan kepercayaan calon pelanggan.

Sebagai reseller, Anda bisa memasarkan produk secara online maupun offline. Secara online bisa dengan website toko online, bergabung ke marketplace, hingga berjualan di sosial media. Sedangkan offline melalui warung ataupun toko fisik.

Secara singkat, ini dia 5+ cara kerja reseller:

1. Riset dan cari supplier

Reseller adalah wajib riset dan mencari supplier. Sebab, supplier adalah tempat reseller membeli produk untuk dijual kembali. Tanpa bekerjasama dengan supplier, bisnis reseller tidak bisa berjalan.

Bahkan, akan lebih bagus jika seorang reseller memiliki beberapa supplier. Ini untuk berjaga-jaga jika satu supplier kehabisan stok, masih ada alternatif supplier yang bisa Anda hubungi.

2. Persiapkan modal untuk membeli produk dari supplier

Selanjutnya, reseller harus mempersiapkan modal untuk membeli produk dari supplier. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan ada reseller yang menerapkan sistem pre-order untuk mencegah risiko rugi.

3. Memilih produk untuk dijual kembali

Biasanya, reseller punya banyak jenis produk untuk dijual. Satu toko reseller bisa menjual berbagai barang seperti alat masak dan dapur, perlengkapan rumah tangga, hingga aksesoris rambut.

Dengan menyediakan banyak produk, calon pelanggan bisa menemukan berbagai benda yang mereka butuhkan di toko reseller.

4. Miliki toko online ataupun offline untuk memasarkan produk

Reseller harus memiliki toko online ataupun offline untuk memasarkan produk. Apalagi, persaingan reseller di luar sana cukup ketat. Sehingga, reseller harus pintar-pintar menyediakan berbagai platform jualan yang memudahkan pembelian.

Tempat jualan bagi reseller bisa berupa website, Facebook, dan banyak lagi.

5. Mempromosikan produk secara online maupun offline

Biasanya, reseller promosi produk melalui sosial media seperti Instagram, Facebook, TikTok, dsb. Selain itu, bisa juga dengan direct selling, word of mouth, ataupun cara lainnya.

6. Perhatikan kualitas layanan pelanggan

Reseller harus membangun relasi yang baik dengan pelanggan agar kepercayaan dan loyalitas konsumen meningkat.

Dengan kualitas layanan pelanggan yang bagus, reputasi branding reseller akan lebih kuat daripada kompetitor. Yang mana, ini meningkatkan kemungkinan pelanggan membeli kembali ke toko Anda.

Setelah memahami cara kerja reseller, pasti Anda penasaran dengan seberapa besar keuntungan menjadi reseller. Silakan simak jawabannya di bawah ini!

Keuntungan Menjadi Reseller

Keuntungan menjadi reseller adalah tidak memerlukan banyak modal. Anda bisa mengatur sendiri besaran modal yang Anda butuhkan, sesuai jenis dan jumlah produk pilihan Anda. Jadi, pekerjaan ini cocok bagi Anda dengan modal terbatas.

Lengkapnya, ini dia kelebihan menjadi reseller:

  • Modal kecil dan bisa diatur sendiri. Reseller bebas mengatur modal yang ingin dikeluarkan. Bahkan kalau ingin meminimalisir kerugian, reseller juga bisa memulai bisnis dengan menerapkan sistem pre-order (PO).
  • Bisa dijalankan siapapun. Entah Anda mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, menjadi reseller tidak membutuhkan latar belakang tertentu.
  • Fokus ke memasarkan produk. Karena tidak fokus dengan pengembangan produk, reseller cukup fokus ke mempromosikan produk. Baik lewat online atau offline.
  • Menjadi usaha sampingan. Reseller bisa menjadi side hustle yang fleksibel dan bebas Anda jalankan dari mana saja.
  • Memperoleh keuntungan. Anda bisa mendapat cuan dari hasil penjualan produk kembali.

Itu dia beberapa keunggulan menjadi reseller. Tapi, tidak memungkiri bahwa ide bisnis ini punya risiko yang tidak terlalu menyenangkan. Apa sajakah itu? Mari kita lihat.

Risiko Menjadi Reseller

Kalau menjadi reseller, risikonya adalah penjualan produk tidak laku. Sehingga, hasil penjualan produk tidak maksimal dan bisa jadi malah rugi.

Selain itu, ini dia beberapa kelemahan menjadi reseller:

  • Persaingan dengan kompetitor tinggi. Alasannya, banyak orang tertarik menjadi reseller.
  • Keuntungan kecil. Dengan persaingan bisnis yang tinggi, reseller seringkali membanting harga produk untuk menarik minat calon pelanggan. Alhasil, keuntungan yang didapat reseller pun makin kecil.
  • Potensi rugi besar. Jika produk yang reseller stok tidak habis terjual, tentu reseller akan berpotensi rugi.

Memang, menjadi reseller itu ada kelebihan maupun kelemahannya. Meski begitu, keuntungan menjadi reseller jauh lebih banyak daripada risikonya, kok. Jadi, Anda tak usah takut untuk mencoba ide bisnis ini. Mari simak cara menjadi reseller.

9+ Cara Menjadi Reseller

Apakah Anda tertarik menjadi reseller? Cara menjadi reseller adalah:

1. Memilih Produk

Sebisa mungkin, tentukan produk yang sedang banyak dicari. Temukan masalah yang sering ditemui dan hadirkan produk Anda sebagai solusi dari masalah tersebut. Tegaskan bahwa produk Anda layak untuk dibeli karena memiliki nilai manfaat yang besar.

Lakukan riset produk untuk melihat minat pasar hingga potensi keuntungannya. Untuk melakukannya, Anda bisa memanfaatkan berbagai tools seperti Google Trend, Google Keyword Planner, ataupun survey mandiri.

2. Lakukan Riset Pasar

Riset pasar bertujuan mengumpulkan hingga menganalisis data yang sudah Anda kumpulkan dari tahap sebelumnya.

Tujuan riset pasar adalah untuk mengenali target pasar hingga persaingan dengan kompetitor di luar sana. Sehingga, reseller  bisa mendapatkan unique selling point (USP) yang membuat bisnis reseller Anda unggul.

3. Cari Supplier yang Tepat

Supplier memegang peran penting dalam cara menjadi reseller. Sebab, kualitas produk Anda bergantung pada supplier.

Oleh sebab itu, carilah supplier yang aman, terpercaya, dan mudah diajak komunikasi. Sehingga, Anda tidak kerepotan meminta pertanggungjawaban supplier jika produk terkendala.

4. Pahami Informasi Produk

Sebagai penjual, Anda harus menguasai produk lebih dari siapa pun. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai produk dari supplier. Jika konsumen bertanya, Anda harus siap sedia memberikan informasi produk dengan sikap yang terbuka. 

Dengan menguasai informasi produk, Anda dapat menjelaskan deskripsi produk mulai dari fisik, kegunaan, dan meyakinkan konsumen mengapa mereka membutuhkan produk Anda.

5. Tentukan Platform Berjualan

Sediakan platform berjualan agar calon pelanggan mudah membeli produk Anda. Tidak hanya satu, tapi usahakan punya beberapa platform. Dengan begitu, calon pelanggan bisa mengakses toko Anda dari mana saja.

Agar lebih praktis, kami sarankan Anda membuat toko online, website e-commerce, dan bergabung ke marketplace. Dengan begitu, toko reseller Anda bisa melayani transaksi secara 24 jam, tapi tetap bisa Anda kelola dengan mudah..

6. Tetapkan Harga Produk yang Menarik

Ingat, harga jual produk cukup menentukan kesuksesan bisnis reseller Anda. Jangan memasang harga yang terlalu tinggi agar calon pelanggan tidak lari, tapi juga jangan terlalu rendah agar Anda tidak rugi.

7. Jalankan Sosial Media Marketing

Yang namanya reseller, wajib menjalankan sosial media marketing. Sosial media marketing adalah strategi memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.

Melalui sosial media marketing, bisnis reseller Anda akan mendapat banyak manfaat. Mulai dari biaya promosi lebih hemat, brand awareness meningkat, jangkauan lebih luas ke target audiens, hingga menarik traffic ke website Anda.

8. Tingkatkan Pelayanan Konsumen

Customer experience memegang peranan penting dalam bisnis reseller. Baik ketika berinteraksi dengan penjual, sampai saat menggunakan produk yang mereka beli. Faktanya,  9 dari 10 orang akan membaca ulasan dari pelanggan lain untuk tahu customer experience produk.

Maka dari itu, pastikan Anda membangun relasi yang baik dengan konsumen. Respon pertanyaan mereka, tanggapi feedback yang positif maupun negatif, dan ajak mereka kembali berbelanja di toko Anda.

9. Perbanyak Pilihan Cara untuk Order

Selain responsif terhadap pertanyaan setiap pelanggan, reseller juga harus memperhatikan variasi cara order. Hal ini karena konsumen memiliki karakteristiknya masing-masing.

Selain order melalui website Anda, maksimalkan cara order produk dengan membuka toko online di beberapa marketplace yang sudah terpercaya. Cara ini memiliki kelebihan dan tantangannya tersendiri. Anda dapat leluasa menjual produk dengan mengunggahnya di akun toko online Anda.

10. Lakukan Evaluasi Bisnis

Saat bisnis reseller Anda berjalan, jangan lupa barengi dengan evaluasi penjualan bisnis secara berkala. Ukur apakah modal dan usaha yang Anda keluarkan sebanding dengan keuntungan yang Anda peroleh.

Kalau Anda menggunakan berbagai tools digital marketing atau platform online, akan lebih mudah melakukan evaluasi. Misalnya, kalau memakai website, Anda bisa membaca data aktivitas website lewat Google Analytics. 

Ingin Sukses Menjadi Reseller? Mulai dari Sekarang!

Reseller adalah salah satu cara mendapatkan uang yang relatif mudah dan cara kerjanya pun fleksibel. Siapapun bisa memulai bisnis reseller, mulai dari modal terkecil maupun sampai jutaan rupiah.

Tapi perlu Anda ingat, karena menjadi reseller itu mudah, tantangan di luar sana pun makin banyak. Sebab, banyak orang berbondong-bondong menjadi reseller sehingga persaingan bisnisnya pun cukup ketat.

Untuk mengakalinya, reseller adalah harus menyediakan berbagai kemudahan bagi calon pelanggan dalam berbelanja. Misalnya,menyediakan opsi belanja lewat website toko online.

Dengan website, Anda dapat melakukan banyak hal seperti membuat katalog produk online, mengatur alur transaksi sendiri, hingga meningkatkan kredibilitas bisnis.

Namun, sebelum membangun website pastikan Anda sudah memiliki koneksi internet yang mendukung. Tenang saja, dengan Trikamedia Anda sudah bisa menikmati internet unlimited. Yuk pasang sekarang!.