logo trikamedia white landscape

Data Center: Pengertian, Manfaat, dan Jenisnya

Data center

Untuk menghimpun keseluruhan data pada perusahaan, diperlukan sebuah data center untuk menjamin ketersediaan dan keamanan informasi di dalamnya. Fungsi utama dari media penyimpanan ini adalah memantau, mengidentifikasi, dan mengelola informasi yang disimpan di dalamnya. 

Dari fungsinya tersebut, data center sangat bermanfaat untuk meningkatkan operasional perusahaan.

Lantas, apa sebenarnya data center itu? Manfaat apa yang bisa didapatkan? Bagaimana mengenai jenis-jenis dari media penyimpanan tersebut? Daripada penasaran, mari cari tahu jawabannya dari penjelasan di bawah ini!

Pengertian Data Center

Data center atau lebih dikenal dengan pusat data merupakan ruangan yang dirancang khusus untuk tempat penyimpanan file, informasi bisnis, hingga server komputer dari perusahaan yang biasanya terhubung dengan jaringan internet.

Data center sering disebut sebagai benda tunggal. Namun, kenyataannya media penyimpanan ini terdiri dari banyak elemen teknis seperti switch, router, saklar, server, perangkat keamanan, sistem penyimpanan, pengendali pengiriman aplikasi, dan lain sebagainya.

Seluruh elemen tersebut saling berkaitan dan bekerja sama untuk membentuk jaringan penghimpun informasi. Elemen-elemen tersebut bisa berfungsi untuk membantu penyimpanan data, mengidentifikasi permasalahan yang mungkin terjadi, dan masih banyak lagi. 

Manfaat Data Center

Beberapa manfaat yang ditawarkan data center adalah sebagai berikut:

1. Aman

Data center bermanfaat untuk bantu mengamankan data di perusahaan. Apabila terjadi bencana alam seperti banjir hingga gempa bumi, informasi penting di dalamnya tidak akan hilang atau rusak karena sudah tersimpan dengan aman dengan adanya redundansi data. 

Dengan demikian, perusahaan tetap bisa melakukan kegiatan operasionalnya tanpa harus menunggu waktu pemulihan.

2. Hemat biaya

Menggunakan data center juga dapat menghemat pengeluaran di dalam perusahaan. Hal ini karena proteksi yang ditawarkan oleh media penyimpanan ini sangat sempurna sekaligus teruji sehingga perusahaan tidak perlu mengeluarkan uang banyak ketika terjadi sesuatu pada file perusahaan.

3. Performa unggul

Manfaat lainnya dari media penyimpanan ini adalah memiliki performa yang sangat unggul. Keunggulan ini dapat dilihat ketika data perusahaan terkena virus, bencana alam, ataupun malware, informasi tersebut tidak akan hilang bahkan rusak. 

Bukan hanya itu, media penyimpanan ini juga menawarkan kapasitas besar untuk penyimpanan file sehingga perusahaan bisa lebih leluasa menyimpan informasi penting di dalamnya. 

Komponen Data Center

Untuk mendukung performa data center, ada 4 komponen utama yang harus ada pada sistem tersebut, yaitu: 

1. Media penyimpanan

Sesuai dengan fungsinya, tidak lengkap rasanya jika data center tidak memiliki komponen media penyimpanan. Media ini bisa berupa hardware seperti HDD (hard-disk drive) dan SSD (solid-state drive). 

Selain itu, penyimpanan juga bisa berbentuk perangkat lunak, seperti cloud, SAN (storage area network), NAS (network-attached storage), dan lain sebagainya. 

Media penyimpanan ini berperan besar untuk menyimpan, mendistribusikan, mencadangkan, dan mengelola informasi penting di dalamnya. 

2. Power capacity 

Untuk menjalankan fungsinya, media penyimpanan ini membutuhkan sumber daya yang kuat untuk menopangnya. Maka dari itu, komponen power capacity atau ketersediaan daya sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan kinerja dari media penyimpanan ini. 

Power capacity ini disokong oleh aluran listrik yang stabil dan mengalir terus-menerus ke dalam seluruh komponen media penyimpanan. Aliran listrik ini bisa didapatkan dari UPS (Uninterruptible Power Supply).

UPS berfungsi untuk melindungi media penyimpanan dari pemadaman listrik, menyediakan generator (daya) cadangan untuk keadaan darurat, dan sistem distribusi daya.

3. Cooling system

Pernahkah ketika Anda menggunakan perangkat, seperti laptop, dan perangkat tersebut tiba-tiba menjadi panas karena terlalu lama digunakan? Memanasnya suhu pada perangkat tersebut mengakibatkan performa sistem menjadi menurun bahkan berisiko mengalami kerusakan.

Begitu pula yang bisa dialami oleh data center. Maka dari itu, diperlukan komponen cooling system untuk menjaga suhu perangkat tetap berada di ukurang yang normal dan mengendalikan panas yang dihasilkan perangkat tersebut. 

Cooling system yang ada pada media penyimpanan ini bisa berupa CVC (calibrated vectored cooling), chilled water system, CRAC (computer room air conditioner), dan masih banyak lagi. 

4. Sistem keamanan

Komponen lainnya yang tidak boleh terlewatkan dan menjadi salah satu bagian terpenting adalah sistem keamanan. Tujuan dari data center adalah untuk menyimpan informasi penting sehingga diperlukan sistem keamanan andal untuk menjaga ketersediaan informasi tersebut. 

Sistem keamanan pada media penyimpanan ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu keamanan fisik dan keamanan siber. Keamanan fisik berupa sistem yang digunakan untuk memantau akses keluar masuk ruangan media penyimpanan, petugas pengawasan, dan lain sebagainya. 

Sementara itu, keamanan siber berkaitan dengan sistem pertahanan dari tindak kejahatan daring seperti malware, serangan virus, dan sejenisnya. Untuk itu, diperlukan sistem keamanan berupa enkripsi data, firewall, IDS (intrusion detection system), dan lain sebagainya. 

Jenis Data Center

Terdapat beberapa jenis data center yang biasanya digunakan untuk menyimpan informasi penting perusahaan, di antaranya:

1. Enterprise Data Centers

Jenis satu ini biasanya dikelola, dibangun, dan ditempatkan di lingkungan perusahaan. Kelebihannya yaitu mengembangkan dan mengekspansi data sesuai dengan kebutuhan perusahaan serta menawarkan kontrol penuh pada penggunanya.

2. Colocation Data Centers

Untuk jenis ini umumnya perusahaan menyediakan layanan colocation server yang menawarkan penyewaan space di data centerSpace ini biasanya dilengkapi dengan infrastruktur dan fasilitas yang diperlukan oleh perusahaan seperti bandwidth, keamanan, bangunan, dan lain sebagainya.

3. Hyperscale Data Centers

Sesuai dengan namanya, media penyimpanan jenis ini merupakan tipe pusat data yang menawarkan kemudahan dalam meningkatkan skalanya. Caranya yaitu dengan menambahkan daya sistem atau racks. Beberapa perusahaan yang mengoperasikan hyperscale seperti Alibaba, Apple, Facebook, Amazon Web Services, Google, dan lainnya.

Tips Memilih Data Center yang Baik

Agar operasional bisnis Anda berjalan lebih optimal, pastikan Anda memilih data center yang terbaik dengan beberapa tips di bawah ini: 

1. Infrastruktur memadai

Tips pertama adalah pastikan infrastruktur yang disediakan oleh perusahaan penyedia data center sudah memadai. Infrastruktur ini berkaitan dengan komponen dan sumber daya lainnya yang mendukung performa media penyimpanan tersebut. 

Jadi, tinjau kembali penyedia media tersebut apakah sudah menyediakan sistem penyimpanan andal, power capacity memadai, hardware dan software terpadu, dan komponen lainnya. 

2. Sistem keamanan yang digunakan

Agar informasi penting dalam media penyimpanan Anda tidak mudah hilang atau rusak, pastikan sistem keamanan yang digunakan sudah andal dan terpercaya. 

Anda bisa mengevaluasi kembali apakah ada sistem pengendalian akses keluar-masuk sistem yang kuat, pengawasan CCTV, enkripsi end-to-endfirewall, atau sistem keamanan lainnya. 

3. Aksesibilitas data

Kemudahan dan ketersediaan data pada media penyimpanan ini juga perlu dipertimbangkan sebelum menggunakan media penyimpanan tersebut. Pastikan ada sistem yang bisa menangani downtime (gangguan) dan pemulihan bencana yang tepat untuk mempertahankan ketersediaan informasi dan layanan. 

Nah, demikian beberapa penjelasan mengenai data center mulai dari pengertian hingga tips memilih layanan yang baik.